terus semangat dan berjuang

ketika kamu sudah memulai itu,
berarti sudah terbuka pintu yang lebar
dan mengetahui apa-apa saja yang terdapat dalam pintu tersebut,
dan sesudah mengetahui,
sudah seharusnya tidak lagi menutup pintu tersebut.

setiap pintu yang terbuka,
akan lebih jelas persoalan apa yang sebenarnya ada dibalik pintu tersebut
dan itu adalah hal yang benar,
daripada hanya mengira-ngira apa yang sebenarnya ada dibalik pintu, ketika pintu tersebut masih tertutup

sekarang,
tinggal berjalanlah dengan pintu tersebut,
serta biasakan untuk melewati pintu tersebut, agar tidak menyenggol gawang pintu

dengan perjalanan waktu,
semua akan menjadi baik ketika terus belajar dan mengembangkan diri.
belajar dari apa yang dibaca, dirasa dan coba dikerjakan.
sedikit- demi sedikit,
istiqomah
dan banyak tirakat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

orang yang tak berbakat bukan berarti tidak sukses

ketika seorang terjatuh...

menganggap orang lain yang paling bersalah..
menyimpulkan hal-hal dalam keadaan LABIL

jangan malah menyalahkan diri sendiri...
meneror jiwa dg rasa serba salah..

ketahuilah..
Orang yang tidak berbakat, tapi bersedia belajar
dan bekerja dengan sungguh-sungguh,
berlaku jujur dan penuh hormat kepada orang lain,
akan jauh lebih berhasil daripada
orang yang berbakat tapi malas.

Bukan bakat yang akan memberhasilkanmu,
tapi kesungguhanmu untuk MEMBAKATI pekerjaanmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

laa tahzan, tersenyumlah...

Tertawa merupakan puncak kegembiraan,
titik tertinggi keceriaan dan ujung dari suka cita.
Namun,
yang demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan
sebagaimana pepatah
“Janganlah engkau banyak tersenyum atau tertawa,
sebab bila berlebihan (tidak pada tempatnya) akan dapat mematikan hati.
Tersenyum dan tertawalah sewajarnya”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan khawatir kawan, masalah pasti akan usai

ketika seorang dihadapkan pada suatu masalah..

ketika mereka menjadi sedikit pilu ..
kebanyakan mereka menghindar ..

perlu diingat bahwa hidup,
hidup perlu juga untuk dihadapi..
hidup tak selayaknya dihindari..

se-lama apapun seorang manusia hidup,
suatu detik, malaikat izroil pasti akan datang..
dengan tanpa memandang keadaan si manusia..
tanpa belas kasihan,
tanpa nafsu,
dan tanpa perasaan,
nyawa akan ia cabut pula..

maka, percayalah..
suatu masalah juga pasti mempunyai ujung..
masalah pasti menyediakan jalan keluar.
apapun bentuknya..

sebagai manusia yang dianugrahi akal,
alangkah indahnya hidup jika difikir..
alangkah biasanya sebuah masalah jika difikir pelan-pelan..

by: Muchammad Rudi Kurniawan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

suatu masalah memanglah tidak pandang bulu

masalah,

kian berdatangan.. 


tidak hanya orang yang rendah..

orang yang hidupnya enak pun tak lepas dari segudang masalah.,


melihat hidup orang yang sepertinya enak, 

itu hanya di pikiran kita saja..

padahal, di lihat dari orang tersebut, masalah mereka jauh lebih banyak

dibanding orang yang pangkatnya lebih rendah..


hendaklah kita mensyukuri semua yang di rahmatkan..

mensyukuri setiap nafas yang di curahkan...

dengan menjadi insan yang senantiasa lebih baik...


by : m.rudi kurniawan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ketika suatu ide brilian terbersit di benak anda,

apa salahnya untuk selalu mencatatnya dalam sebuah buku..??

ketika anda sudah mempunyai banyak ide,
saatnya untuk menyusun kembali ide tersebut..

ketika anda bingung,
"apa yang harus aku lakukan sekarang?"
maka buatlah planning,
atas ide-ide anda yang telah tercatat rapi..

Nah..
Jangan pernah bingung,,
jangan pernah kehabisan aktivitas...
tentunya yang POSITIF DAN KREATIF..

selamat berjuang kawan...

BY: M. rudi kurniawan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hidup itu indah kawan...

dengarlah adikku, sahabatku...
bahwasanya hidup itu merupakan pilihan..
dimana selalu ada yang sulit dan yang mudah..
terkadang,
pilihan itu menyiksa..
pilihan itu menggembirakan..

karena hidup itu pilihan..
pikirkan dan renungkanlah pilihan anda..
putuskan dengan matang,
ambil,
dan konsisten..

yakinlah akan pilihan anda..

sayangnya,
banyak individu yang memandang,
dan menilai sesuatu dengan sebelah mata..


mereka tak melihat sisi positif dan negatif..
mereka hanya melihat dari mata mereka..
bukan dengan mata orang sekitarnya..

by : M. Rudi kurniawan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

memilih dan memilah, ,

jika anda sedang merencanakan sesuatu,
lebih baik jika anda memilih,
dan memilah prioritas..

jangan pernah mengorbankan kebahagiaan masa depan anda,
dengan melakukan glamoritas dan kesenangan sejenak,
yang bisa menghalangi, bahkan merusak kebahagiaan anda..

alangkah indahnya
jika masing-masing individu
mempunyai beberapa hal untuk fokus,
tak terbelokkan akan lika-liku hidup..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Never give up guys..

Jika Anda mulai merasa gelisah
dan sulit berharapan baik
bahwa Anda akan mencapai
impian-impian Anda,
saya mohon Anda menjawab
pertanyaan saya ini dengan jujur;

Apakah cita-cita dan impian Anda itu,
bisa Anda capai dengan melanjutkan
yang Anda kerjakan hari ini,
dengan cara yang Anda gunakan sekarang?

Jika tidak,
kapankah Anda akan tegas
memperbarui pekerjaan Anda dan
mengefektifkan cara kerja Anda?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

jangan terlalu larut dalam frustasi

Rasa frustasi datang
karena kita merasa tidak lagi berdaya
untuk menghasilkan sesuatu yang baik
dari yang sedang kita upayakan.

Mungkin itu karena kita melakukan
hal-hal yang sama,
dengan cara-cara yang sama,
tetapi mengharapkan hasil yang berbeda.

Marilah kita memperbarui
apa yang kita kerjakan,
atau memperbaruhi cara-cara kerja kita,
atau kedua-duanya;
tetapi janganlah sekali-kali
mematikan harapan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masa Kini Adalah Pemungkin Masa Depan Anda

Ada orang yang mengumpulkan dan membawa puing-puing kegagalannya di masa lalu, untuk menghalangi perjalanannya ke masa depan.

Yang terjadi di masa lalu adalah pelajaran bagi penguatan Anda hari ini.

Anda tidak boleh menggunakannya sebagai pelemah upaya Anda hari ini.

Jadilah pribadi yang memudahkan tercapainya masa depan yang baik.

Ingatlah, bahwa

Masa kini yang baik adalah pemungkin bagi masa depan yang baik, yang akan menjadi pemaaf bagi masa lalu yang seperti apa pun.


...........

Sahabat saya yang super,

Mudah-mudahan hari ini Tuhan menghadiahkan ketegasan yang Anda butuhkan untuk menyingkirkan pikiran dan perasaan yang tidak berpihak kepada keberhasilan Anda, dan menguatkan Anda untuk tegas mengutamakan sikap dan tindakan yang sudah Anda ketahui sebagai yang penting.

Keberhasilan Anda hari ini adalah kemampuan lebih besar yang Anda butuhkan untuk berhasil lebih baik lagi besok.

Mudah-mudahan hati Anda digembirakan dengan pengertian yang membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi Anda.


(mario teguh)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masalah Itu Sementara

Ia hanya menjadi permanen bagi orang yang menganggapnya permanen.

Paku yang memantek seseorang ke papan gosok di mana dia berada sekarang adalah perasaan bahwa masalah-masalahnya saat ini adalah permanen, sedangkan keberhasilan dan kebahagiaannya hanyalah sementara.

………..

Kita tidak mungkin membebaskan diri dari masalah,
karena masalah adalah penghormatan kepada kita.

Tuhan Yang Maha Perkasa menjamin bahwa tidak ada orang yang akan dimasukkan ke dalam masalah yang tidak bisa diatasinya. Sehingga, masalah apa pun yang kita masuki, adalah masalah yang telah ditetapkan berada di bawah kemampuan kita.

Tetapi, masalah sekecil apa pun, akan menjadi penghambat kemajuan dan bahkan menjadi pengerdil masa depan, bagi orang yang memilih untuk tidak menghormati dirinya sendiri, dan tidak mempercayai jaminan Tuhan.

Ambillah seburuk-buruknya keadaan, kemudian taruhlah pribadi dengan hati yang bening, pikiran yang bersih, dan perilaku yang indah – kedalam masalah itu. Dan Anda akan segera melihat keadaan yang tadinya dikeluhkan orang itu – menjadi keadaan yang memuliakan banyak orang.

Ambillah sebaik-baiknya keadaan, kemudian taruhlah pribadi dengan hati yang pengeluh, pikiran yang tidak malu diperhatikan Tuhan, dan perilaku yang penuh ketidak-jujuran. Dan Anda akan segera melihat keadaan yang tadinya didiamkan orang banyak – menjadi keadaan yang sudah disentuh ujung api neraka.

...........


Sahabat saya yang baik hatinya,

Bukan kurangnya kemampuan yang melemahkan kehidupan,
tetapi tidak cukupnya kesungguhan untuk menggunakan kemampuan yang ada.

Bukan tidak adanya modal yang menghalangi pengembangan kehidupan, tetapi kurangnya penghormatan kepada diri sendiri sebagai modal utama pembaru kehidupan.


Pribadi yang lemah, dipermak oleh lingkungan.
Pribadi yang kuat, merancang lingkungan.

Bukan lingkungannya, pribadinya!

Bukan orang lain, Anda!
Semua masalah Anda itu sementara, jiwa Anda yang mulia itulah yang akan hidup permanen, yang berhak merajai kehidupan dunia dan kehidupan sesudah ini.

Anda adalah jiwa kecintaan Tuhan.

Anda sadari atau tidak, Anda kecintaan Tuhan.

Maka bersikaplah, berpikirlah, dan berlakulah yang pantas bagi jiwa yang dicintai Tuhan.

Anda adalah jiwa yang sangat dicintai Tuhan.

………..

by: mario teguh

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ramalan Jayabaya

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
14. Ora ngendahake hukum Allah--- Tak peduli akan hukum Allah.
15. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
16. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
17. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
18. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
19. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
20. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
21. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
22. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
23. Nantang bapa--- Menantang ayah.
24. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
25. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
26. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
27. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
28. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
29. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
30. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
31. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
32. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
33. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
34. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
35. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
36. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
37. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
38. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
39. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
40. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
41. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
42. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
43. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
44. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
45. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
46. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
47. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
48. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
49. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
50. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
51. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
52. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
53. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
54. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
55. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
56. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
57. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
58. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
59. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
60. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
61. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
62. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
63. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
64. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
65. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
66. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
67. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
68. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
69. Akeh laknat--- Banyak kutukan
70. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
71. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
72. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
73. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
74. Guru disatru---Guru dimusuhi.
75. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
76. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
77. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
78. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
79. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
80. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
81. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
82. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
83. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
84. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
85. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
86. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
87. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
88. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
89. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
90. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
91. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
92. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
93. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
94. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
95. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
96. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
97. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
98. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
99. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
100. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
101. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
102. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
103. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
104. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
105. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
106. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
107. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
108. Sing wedi mati---Yang takut mati.
109. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
110. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
111. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
112. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
113. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
114. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
115. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
116. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
117. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
118. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
119. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
120. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
121. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
122. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
123. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
124. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
125. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
126. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
127. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
128. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
129. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
130. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
131. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
132. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
133. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
134. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
135. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
136. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
137. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
138. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
139. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
140. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
141. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
142. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe Banyak harta hilang entah ke mana, Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
143. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
144. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
145. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
146. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
147. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
148. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
149. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
150. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
151. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
152. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
153. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
154. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
155. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
156. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
157. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
158. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
159. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
160. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
161. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi
162. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci
163. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
164. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
165. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
166. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
167. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
168. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
169. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
170. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
171. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
172. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
173. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
174. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
175. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
176. Agama ditantang---Agama ditantang.
177. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
178. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
179. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
180. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
181. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan
182. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
183. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
184. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
185. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
186. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
187. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
188. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
189. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
190. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
191. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
192. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
193. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
194. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
195. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
196. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
197. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
198. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
199. Buruh mangluh---Buruh menangis.
200. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
201. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
202. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
203. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
204. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
205. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
206. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
207. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal separo.
208. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
209. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
210. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
211. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
212. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
213. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
214. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bismillahirrahmaanirrahiim...



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS