ketika kamu sudah memulai itu,
berarti sudah terbuka pintu yang lebar
dan mengetahui apa-apa saja yang terdapat dalam pintu tersebut,
dan sesudah mengetahui,
sudah seharusnya tidak lagi menutup pintu tersebut.
setiap pintu yang terbuka,
akan lebih jelas persoalan apa yang sebenarnya ada dibalik pintu tersebut
dan itu adalah hal yang benar,
daripada hanya mengira-ngira apa yang sebenarnya ada dibalik pintu, ketika pintu tersebut masih tertutup
sekarang,
tinggal berjalanlah dengan pintu tersebut,
serta biasakan untuk melewati pintu tersebut, agar tidak menyenggol gawang pintu
dengan perjalanan waktu,
semua akan menjadi baik ketika terus belajar dan mengembangkan diri.
belajar dari apa yang dibaca, dirasa dan coba dikerjakan.
sedikit- demi sedikit,
istiqomah
dan banyak tirakat
terus semangat dan berjuang
orang yang tak berbakat bukan berarti tidak sukses
ketika seorang terjatuh...
berlaku jujur dan penuh hormat kepada orang lain,
akan jauh lebih berhasil daripada
orang yang berbakat tapi malas.
Bukan bakat yang akan memberhasilkanmu,
tapi kesungguhanmu untuk MEMBAKATI pekerjaanmu.
laa tahzan, tersenyumlah...
Tertawa merupakan puncak kegembiraan,
titik tertinggi keceriaan dan ujung dari suka cita.
Namun,
yang demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan
sebagaimana pepatah
“Janganlah engkau banyak tersenyum atau tertawa,
sebab bila berlebihan (tidak pada tempatnya) akan dapat mematikan hati.
Tersenyum dan tertawalah sewajarnya”
Jangan khawatir kawan, masalah pasti akan usai
ketika seorang dihadapkan pada suatu masalah..
suatu masalah memanglah tidak pandang bulu
masalah,
kian berdatangan..
tidak hanya orang yang rendah..
orang yang hidupnya enak pun tak lepas dari segudang masalah.,
melihat hidup orang yang sepertinya enak,
itu hanya di pikiran kita saja..
padahal, di lihat dari orang tersebut, masalah mereka jauh lebih banyak
dibanding orang yang pangkatnya lebih rendah..
hendaklah kita mensyukuri semua yang di rahmatkan..
mensyukuri setiap nafas yang di curahkan...
dengan menjadi insan yang senantiasa lebih baik...
by : m.rudi kurniawan





